8 Oktober 2017

8 Oktober 2017

Pada minggu ini di kebaktian BICF IC yang merupakan gereja Indonesia di Beijing mengangkat tema “Jangan Mengucapkan Saksi Dusta” yang diambil dari¬†Kejadian 20:1-18

 

Abraham artinya bapa orang yang beriman. Tetapi dia juga pernah kehilangan iman. Dia dikuasai ketakutan nya.

 

Nabi nabi Tuhan tidak ada yang sempurna. Abraham pun tidak sempurna. Dia melakukan suatu dosa yang berulang kali.

 

Kalau hanya setengah yang kita katakan saja yang benar, dosakah itu?

 

Berdusta itu melelahkan. Apa yang Anda lakukan ketika Anda habis berdusta? Berdusta lagi. Untuk berdusta lagi kita harus berpikir. Berdusta itu menghabiskan energi. Anda terus berpikir dan berpikir untuk menutupi dusta Anda.

 

Tetapi pada kenyataannya kita semua pernah berdusta. Kenapa kok kita jatuh? Ada istilah bohong putih. Apakah ada kebohongan yang bisa ditoleransi?

 

Seringkali kita berpikir dosa yang berat itu menyembah berhala, membunuh, tapi ternyata, dosa dusta sama berat nya.

 

Kenapa orang suka dusta?

  1. Tidak tahu bahwa dusta itu dosa yang serius
  2. Rasa takut
  3. Rasa kuatir
  4. Merasa tidak ada jalan lain
  5. Kebiasaan
  6. Menutupi dosa

 

Mengapa kita perlu menghindari kebohongan?

  1. Kebohongan merusak diri
  2. Kebohongan menghancurkan hidup orang lain
  3. Kebohongan bukan kesalahan kecil

 

Apa yang perlu kita lakukan untuk bebas dari kebohongan?

  1. Sadari kebohongan adalah dosa
  2. Sadari akibat-akibat nya dikemudian hari
  3. Belajarlah mendengar suara hati nurani
  4. Bertekadlah untuk berhenti berbohong
  5. Tolaklah setiap kali keinginan bohong itu muncul
  6. Beranilah bicara yang benar, seberat apapun resiko nya

Comments are closed.