22 Oktober 2017

22 Oktober 2017

Pada minggu ini di kebaktian BICF IC yang merupakan gereja Indonesia di Beijing mengangkat tema “Dosa yang Tak Terampunkan” yang diambil dari Matius 12: 22-32

 

Pokok pembahasan hari ini juga masih ada kaitan nya dengan bahaya iri hati.

 

Iri hati bukan masalah sepele. Iri hati mampu membawa diri Anda pada kebinasaan.

 

Orang bebal dimatikan oleh iri hati. Iri hati itu racun kehidupan yang perlu Anda dan saya hindari.

 

Iri hati membusukkan tulang. Iri hati merusak akal sehat.

 

Yesus berusaha menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan dan Dia juga menunjukkan bukti. Yesus menyembuhkan orang yang lumpuh. Mesias melakukan banyak mukjizat. Buta, tuli disembuhkan, yang kerasukan dibebaskan.

 

Tetapi tanda tanda itu tidak juga mengubah sikap orang farisi kepada Yesus. Padahal orang awam kaget dan mereka bilang bahwa Yesus agaknya Mesias, Anak Daud. Orang awam yang tidak tahu kebenaran bisa bilang begitu. Tetapi orang farisi, mereka berkata dengan penghulu setan, Dia mengusir setan.

 

Apakah orang farisi melihat dan merasakan apa yang dirasakan dan dilihat orang orang awam itu? Kalau iya, kenapa mereka tetap berkata Yesus mengusir setan dengan kuasa setan? Mungkin karena gengsi dan iri hati.

 

Berselisih dengan orang yang iri hati itu capek, karena mereka bebal. Bebal itu bukan bodoh. Bodoh itu tidak tahu. Tapi orang bebal itu tahu tapi tidak mau tahu.

 

Iri hati menghasilkan kebebalan. Kalau begitu kebebalan menghasilkan apa? Kebinasaan.

 

Inilah dampak serius yang mereka tanggung. Karena kebebalan mereka. Sikap mereka menghasilkan kebinasaan. Mereka melakukan dosa yang tidak terampunkan.

 

Jadi apa itu dosa menghujat Roh Kudus? Ada yang bilang mengutuk Tuhan, menuduh Tuhan untuk hal hal yang jahat, menyangkal hal hal yang baik yang seharusnya kita akui sebagai karya Tuhan, tidak percaya kepada orang yang berkarunia Roh.

 

Definisi menghujat Roh Kudus: pertentangan yang terus menerus dan menyeluruh terhadap pengaruh Roh Kudus, karena dengan sengaja lebih menyukai kegelapan daripada terang…

 

Mengapa tidak terampunkan: karena ini dikaitkan dengan pekerjaan Roh Kudus yakni menginsafkan manusia akan dosa dan membuat orang percaya pada Yesus.

 

Bagaimana kalau seseorang yang telah melakukan dosa menghujat Roh Kudus lalu ia menjadi sadar dan meminta ampun? Jikalau kita menjadi sadar itu artinya kita belum menghujat Roh Kudus. Tetapi, kalau kita menjadi bebal, tidak ada perasaan bersalah, maka hati-hatilah….

Comments are closed.