29 Oktober 2017

29 Oktober 2017

Pada minggu ini di kebaktian BICF IC yang merupakan gereja Indonesia di Beijing mengangkat tema “Mendengar Tapi Tidak Mendengar” yang diambil dari Matius 13: 1-23

 

 

Setiap kita tentunya sedang belajar bahasa mandarin atau setidaknya pernah belajar bahasa mandarin.

 

Kenapa banyak orang gagal belajar bahasa mandarin?

  1. Faktor bahasa itu sendiri. Bahasa mandarin itu tidak simple.
  2. Karena faktor motivasi.

 

Beberapa orang sudah lama belajar tapi tidak bisa-bisa, kenapa? Jangan jangan ini juga terjadi di gereja. Berapa lama Anda jadi orang Kristen, dan perubahan apa yang sudah Anda hasilkan?

 

Kenapa banyak orang sudah jadi Kristen lama bahkan ibadah, tapi tidak juga berubah kualitas hidup nya?

  1. Karena mereka tidak ingin berubah. Karena berubah itu menyakitkan.
  2. Perubahan itu menakutkan. Resiko nya jauh lebih besar dari manfaat yang didapat.

 

Kenapa Yesus kasih perumpamaan? Bukan supaya mereka mengerti, tapi supaya susah dimengerti. Tuhan Yesus kok kejam? Betul kah Yesus kejam? Tidak. Yesus hanya mengikuti apa yang menjadi kemauan mereka. Hati mereka menebal, telinga tidak sungguh mendengar. Tuhan Yesus hanya menggenapi firman Tuhan di Matius 7:6.

 

4 jenis tanah pertanian:

  1. Tanah pinggir jalan, menggambarkan orang Kristen yang rajin ke gereja tapi firman nya semua memantul.
  2. Tanah yang berbatu, menggambarkan orang yang menerima dengan bahagia tapi ketika ada penganiayaan dia meninggalkan firman
  3. Tanah yang bersemak duri, mendengar, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah
  4. Tanah yang baik, orang yang mendengar firman itu dan mengerti dan karna itu ia berbuah dalam ketekunan.

 

Firman yang mengubah itu firman yang didengar dan dilakukan

Comments are closed.