5 November 2017

5 November 2017

Pada minggu ini di kebaktian BICF IC yang merupakan gereja Indonesia di Beijing mengangkat tema “Yesus Memberi Makan 5.000 Orang” yang diambil dari Matius 14: 13-21

 

Bagaimana perasaan Tuhan Yesus sewaktu Yohanes meninggal?

 

Sebagai orang berduka kita butuh waktu untuk memproses perasaan itu.

 

Yohanes adalah orang terdekat dengan Yesus.

 

Akan datang waktu nya Tuhan Yesus akan mengalahkan maut

 

Orang orang datang mencari Yesus. Padahal Yesus butuh waktu sendiri.

 

Ada kalanya di tengah kebutuhan kita sendiri, Tuhan membuka kesempatan untuk menjamah hidup orang lain

 

Kristus adalah Allah dan manusia sepenuhnya. Dia bukan manusia+. Jadi bagaimana mungkin Dia punya pengendalian diri yang begitu luar biasa?

 

Kemanusiaan kita adalah kemanusiaan yang sudah rusak oleh dosa. Sementara Tuhan Yesus tidak berdosa.

 

Proses yang kita alami skrg adalah proses pengudusan.

 

Tuhan Yesus bukan secara “gampangan” menyembuhkan orang. Ia terlibat secara pribadi dalam setiap penyembuhan yang terjadi.

 

Jangan jadi seperti orang farisi yang merasa dosa orang lain lebih besar daripada dosa dia sendiri.

 

Terkadang ada orang yang mau dekat Tuhan tapi kita jadi penghalang.

 

Apa solusi Tuhan? Apa yang Tuhan perbuat dengan lima roti dan dua ikan itu? Allah tidak tergesa-gesa.

 

Berdoa sebelum makan adalah bentuk kesaksian paling mudah dan alami.

 

Jangan sombong. Jangan merasa hebat sendiri. Orang yang hidup menurut tabiat manusia tidak dapat menyenangkan Allah.

 

Tuhan mengundang saudara datang padaNya secara apa adanya.

 

Comments are closed.